Jabar Seubeuh

Petani Perlu Memiliki Usaha Produk Turunan Dari Hasil Tani

Petani seringkali hanya mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghasilan utama, dan tidak memiliki usaha lain sebagai tambahan. Kurangnya pembinaan, serta ketiadaan modal menjadi faktor utama petani hanya berfokus pada hasil taninya saja. Hal tersebut, disampaikan oleh mantan anggota Komisi I DPR RI, Hasanuddin (Kang Hasan) yang juga calon gubernur Jawa Barat  saat mengunjungi kelompok tani di Kampung Pasir Bentang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Kamis (17/5).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Hasan ini, para petani harus memiliki usaha produk turunan dari hasil tani. Oleh karenanya, Kang Hasan akan memberdayakan para petani melalui pembinaan dan pelatihan usaha. Bukan hanya itu, Purnawirawan Jendral TNI AD itu juga akan membuka akses permodalan bagi para petani tanpa agunan, melalui Bumdes atau Koperasi kelompok tani.

“Itu semua ada dalam program kami, JabarSeubeuh, agar ketika petani menunggu hasil tani, bisa menjalankan usaha lain,” ungkap pria yang juga berasal dari keluarga petani itu.

Kang Hasan menyampaikan, akan terus memperjuangkan kesejahteraan para petani di Jawa Barat, dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Salah satunya, program presiden Jokowi untuk memberikan izin pengolahan lahan selama 35 tahun untuk petani, melalui lahan perhutani. Hal itu, lanjut Kang Hasan, sebagai solusi bagi para petani yang tidak memiliki lahan untuk digarap. Lahan tersebut nantinya, juga bisa diwariskan kepada anak cucunya sebagai lahan garapan.

Sementara itu, Roni Usman Usmana, Koordinator Petani Jawa Barat berharap, ditangan Kang Hasan para petani akan mendapatkan akses yang mudah untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, terutama masalah permodalan, sebagai dasar untuk memulai usaha bagi para petani. Sehingga, masyarakat petani bisa lebih sejahtera. elshinta.com