Jabar Cageur

4 Juta Warga Miskin Jabar Butuh Perhatian Pemerintah

Tingkat kemiskinan di Jawa Barat masih berada pada angka yang cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2017, angka kemiskinan di Jawa Barat sebesar 8,71% atau sekitar 4 juta lebih warga Jawa Barat masih hidup dalam garis kemiskinan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan perhatian khusus kepada 4 juta warga miskin tersebut. Perhatian tersebut mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan, dan yang utama peningkatan kesejahteraan.

Hal tersebut dikatakan calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua, Hasanuddin (Kang Hasan) dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (30/5). Purnawirawan jenderal TNI AD itu mengatakan, rakyat miskin memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan yang prima dari pemerintah. “Itu semua tanggung jawab pemimpin dan negara. Jangan lagi ada istilah wong miskin tidak boleh sakit, karena tidak mampu bayar,” ujar pria yang akrab disapa Kang Hasan itu.

Kemarin, Selasa (29/5), saat bersilaturahmi dengan masyarakat Karanganyar, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kang Hasan menegaskan bahwa dirinya menjunjung tinggi pesan Sunan Gunung Jati untuk terus memelihara tajug atau masjid dan orang miskin.

“Saya akan terus memegang wasiat Sunan Gunung Jati, yang mengatakan ‘titip tajug lan fakir miskin’,” katanya. Pesan dari salah satu Wali Songo, Sultan Syarief Hidayatullah tersebut, lanjut Kang Hasan, bisa direalisasikan melalui berbagai program untuk menyejahterakan serta mengangkat harkat dan martabat hidup rakyat.

“Bisa melalui pelayanan kesehatan yang dipermudah atau pemberian lapangan pekerjaan kepada warga miskin,” tuturnya.

Pesan Sunan Gunung Jati yang tak kalah penting, ujar Kang Hasan, adalah memelihara tajug, yang juga diartikan sebagai tempat untuk menimba ilmu keagamaan, seperti madrasah dan pesantren. Kang Hasan bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton) telah menyiapkan program bantuan dana sebesar Rp 1 triliun per tahun untuk.

Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan pondok pesantren serta kegiatan pendidikan keagamaan, termasuk membangun dan memperbaiki tempat ibadah serta memberikan insentif kepada guru mengaji hingga marbot.

“Pesantren atau madrasah itu tempat untuk mendidik akhlak generasi bangsa, yang akan terus kita dorong untuk maju dan berkembang,” tuturnya. Saat bertemu masyarakat Cirebon, Kang Hasan juga menampung aspirasi dan keluhan warga serta menyampaikan solusi yang akan diberikan jika dirinya terpilih sebagai gubernur Jawa Barat. beritasatu.com